Rabu, 15 Juli 2015

TRIK CARA CEPAT MENDAPATKAN DOLLAR DARI APLIKASI WHAFF REWARD

pertama-tama anda download aplikasinya di  ( Playstore ) 
kemudian anda instal dan login menggunakan akun facebook anda
kemudian anda akan diminta memasukkan kode ini AR72241 untuk mendapatkan langsung saldo pertama anda sebesar 0,30$
setelah itu anda dapat langsung memilih menu "premium picks" "whaff picks" dan lucky picks" untuk mendownload aplikasi yang tersedia dimana setiap anda mendownload aplikasinya akan dibayar dengan dollar.

Senin, 13 Juli 2015

Schneiderlin rekrutan terbaru manchester united

Manchester - Faktor Louis van Gaal sangat berpengaruh dalam keputusan Morgan Schneiderlin untuk menerima tawaran Manchester United. Schneiderlin tak mau melewatkan kesempatan dilatih oleh figur yang disebutnya sebagai salah satu manajer terbaik di dunia itu.

Setelah tujuh tahun membela Southampton, Schneiderlin akhirnya berganti klub. Gelandang asal Prancis itu pindah ke MU dengan nilai transfer yang kabarnya mencapai 24 juta poundsterling.

Selama berseragam Southampton, Schneiderlin pernah ditangani oleh manajer-manajer seperti Alan Pardew, Nigel Adkins, Mauricio Pochettino, dan Ronald Koeman. Dia yakin kemampuannya akan makin meningkat jika diasah oleh seorang Van Gaal.

"Dia adalah seorang manajer besar yang sudah melatih tim-tim terbaik di dunia dan ketika saya bicara dengannya, dia menginginkan hal besar untuk Manchester United dan tim ini," ucap Schneiderlin kepadaMUTV.

"Dia membuat saya mengerti betapa besarnya klub ini dan pentingnya melakukan hal yang tepat dan main bagus. Jadi, bagi saya itu merupakan bagian besar dan saya tak sabar berlatih bersamanya dan mengalami kemajuan karena saya masih muda dan saya tahu saya masih bisa meningkat di sini," imbuhnya.

"Saya bukanlah seorang pemain jadi. Setiap tahun saya merasa mengalami kemajuan, saya merasa telah belajar dari setiap manajer di Southampton, yang mana merupakan waktu yang luar biasa bagi saya," tutur pemain berusia 25 tahun itu.

"Saya ucapkan terima kasih untuk semua orang-orang di Southampton karena mereka telah membantu saya untuk melewati banyak hal dan membantu saja untuk maju sebagai seorang pemain," lanjut Schneiderlin.

"Namun, sekarang saya tahu bahwa saya akan lebih baik lagi karena saya akan bermain bersama pemain-pemain yang lebih baik dan salah satu manajer terbaik di dunia," kata dia.

Schneiderlin adalah salah satu dari empat pemain baru yang telah direkrut MU di bursa transfer musim panas ini selain Bastian Schweinsteiger, Memphis Depay, dan Matteo Darmian. Dia akan mengikuti tur pramusim bersama timnya di Amerika Serikat.




Minggu, 12 Juli 2015

GUNUNG SUMBING / MOUNT SUMBING


Gunung Sumbing adalah gunung api yang terdapat di Pulau JawaIndonesia. Tegak setinggi 3.371 meter dari permukaan laut, gunung ini terletak di tiga kabupaten Jawa Tengah, yaitu Kabupaten MagelangTemanggung, danWonosobo. Bersama-sama dengan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing membentuk bentang alam gunung kembar, seperti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, apabila dilihat dari arah Temanggung. Celah antara gunung ini dan Gunung Sindoro dilalui oleh jalan provinsi yang menghubungkan kota Temanggung dan kota Wonosobo. Jalan ini biasa dijuluki sebagai ""Kledung Pass".

Sabtu, 11 Juli 2015

jadwal tur pra musim klub eropa


CHELSEA 
23/7 vs New York Red Bulls (International Champions Cup)
25/7 vs PSG (International Champions Cup)
29/7 vs Barcelona (International Champions Cup)
2/8 vs Arsenal (Community Shield)
5/8 vs Fiorentina (Uji Coba)

​Chelsea tampaknya tidak berniat bersantai-santai musim panas ini, di mana mereka akan bertemu klub elit Eropa Paris Saint-Germain dan juara treble musim lalu, Barcelona di International Champions Cup di Amerika Serikat. Chelsea juga akan bertemu juara FA Cup musim lalu Arsenal di laga Community Shield, dan akan menjamu Fiorentina di Stamford Bridge tiga hari sebelum EPL dimulai.

Manchester United
18/7 vs Club America (International Champions Cup)
22/7 vs San Jose Earthquakes (International Champions Cup)
25/7 vs FC Barcelona (International Champions Cup)
30/7 vs PSG (international Champions Cup)

Jadwal Manchester United untuk pra musim ini bisa dibilang yang teringan dibanding tim lainnya , dimana mereka hanya akan memainkan total empat pertandingan, meskipun jumlah ini masih mungkin bertambah. Kompetisi utama yang akan dimeriahkan United adalah International Champions Cup di Amerika Serikat yang akan juga akan mempertemukan mereka dengan Barcelona dan PSG, bersama Club America dan San Jose Earthquakes.

Real Madrid
18/7 vs AS Roma (International Champions Cup) 
24/7 vs Manchester City (International Champions Cup)
27/7 vs Inter Milan (International Champions Cup)
30/7 vs AC Milan (International Champions Cup)
4/8 vs Tottenham (Audi Cup)
5/8 vs Bayern atau AC Milan (Audi Cup)
9/8 vs Valerenga (Uji Coba)

Real Madrid akan mempersiapkan usahanya merebut gelar Barcelona di La Liga dengan total tujuh laga pra musim. mereka akan kembali ke Tiongkok pertama kalinya dalam waktu empat tahun dan juga Australia untuk International Champions Cup. Mereka juga diundang ke Jerman untuk berpartisipasi di Audi Cup yang juga melibatkan Tottenham, Bayern Munich dan AC Milan.

Arsenal
15/7 vs Singapura XI (Barclays Asia Trophy)
18/7 vs Stoke City atau Everton (Barclays Asia Trophy)
25/7 vs Lyon (Emirates Cup)
26/7 vs Wolfsburg (Emirates Cup)
2/8 vs Chelsea (Community Shield)

Arsenal akan terlibat dalam dua kompetisi pra musim, yakni Barclays Asia Trophy yang akan diadakan di Singapura, dan Emirates Cup, turnamen yang telah menjadi tradisi tiap tahun untuk Arsenal sejak tahun 2001. Sebagai juara FA Cup musim lalu, mereka juga akan bertemu juara EPL musim lalu Chelsea pada tanggal 2 Agustus mendatang.

Liverpool
14/7 vs Thai All Stars (Tur Pra Musim Thailand)
17/7 vs Brisbane Roar (Tur Pra Musim Australia)
20/7 vs Adelaide United (Tur Pra Musim Australia)
24/7 vs Malaysia XI (Tur Pra Musim Malaysia)
1/8 vs HJK (Uji Coba)

Musim ini, Liverpool akan kembali ke destinasi favorit mereka beberapa tahun terakhir untuk tur pra musim, yaitu Asia Tenggara. Mereka akan bertemu Thailand All-Stars dan Malaysia XI di negara masing-masing, mengapit dua pertandingan di Australia. Laga terakhir sebelum EPL akan dimainkan di Finlandia melawan klub lokal HJK Helsinki.

Bayern Munich
12/7 vs Augsburg (Telekom Cup, 45 menit)
12/7 vs BMG atau HSV (Telekom Cup, 45 menit)
18/7 vs Valencia (Audi Summer Tour)
21/7 vs Inter Milan (Audi Summer Tour)
23/7 vs Guangzhou Evergrande (Audi Summer Tour)
5/8 vs AC Milan (Audi Cup)
6/8 vs Tottenham atau Real Madrid (Audi Cup)
17/8 vs Dynamo Dresden (Uji Coba)

​Juara Bundesliga Bayern Munich adalah klub tersibuk di musim panas ini. Munich akan mengadakan kompetisi pra musim Audi Cup yang akan melibatkan Tottenham, AC Milan, dan Real Madrid, serta Telekom Cup bersama klub-klub Jerman lainnya, BMG, HSV, dan Augsburg. Mereka juga akan berkunjung ke Tiongkok untuk delapan hari, dan bertanding melawan Valencia, Inter Milan, Guangzhou Evergrande.


Jumat, 10 Juli 2015

" MAKALAH PENENTUAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK “

PENDAHULUAN


A. PENDAHULUAN

Air tanah merupakan salah satu sumber akan kebutuhan air bagi kehidupan makhluk di muka bumi.Dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan penduduk dan kegiatan ekonomi maka kebutuhan akan air semakin meningkat, sedangkan di sisi lain kualitas akan air semakin menurun,disamping kualitas air yang semakin menurun jumlahnya juga semakin terbatas.Di Indonesia sendiri permasalhan air dapat dibagi menjadi 3 hal pokok yaitu masalah kuantitas, kualitas dan masalah distribusi air ( Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, 1998 )Dari segi kualitas saat ini terjadi penurunan kualitas air yang sangat signifikan di beberapa kota besar yang menyebabkan penurunan kualitas air ini adalah antara lain adanya limbah Industri dan domestik selain itu pencemaran air dapat juga diakibatkan oleh airtanah asin yang ada di daratan
Dalam usaha untuk mendapatkan air tanah munculah beberapa metode penyelidikan permukaan tanahyang dapat dilakukan, diantaranya : metode geologi, metode gravitasi, metode magnit, metode seismik,dan metode geolistrik. Dari metode-metodetersebut, metode geolistrik merupakan metode yang banyak sekali digunakan dan hasilnya cukup baik (Bisri,1991)
Pendugaan geolistrik ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai lapisan tanah dibawah permukaan dan kemungkinan terdapatnya airtanah dan mineral pada kedalaman tertentu.Pendugaan geolistrik ini didasarkan pada kenyataanbahwa material yang berbeda akan mempunyaitahanan jenis yang berbeda apabila dialiri aruslistrik. Air tanah mempunyai tahanan jenis yanglebih rendah daripada batuan mineral.

B.RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa definisi air tanah dan persebarannya
2. Bagaimana karakteristik air tanah 
3. Apa persamaan dasar aliran air tanah dan sifat listrik pada batuan
4. Bagaimana metode geolistrik
5. Bagaimana cara kerja metode Geolistrik dalam menduga keberadaan airtanah



C. TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Mahasisiwa mengerti definisi air tanah dan pesebarannya  
2  Mahasiswa dapat mengatahui karakteristik air tanah
3. Mahasiswa mengerti persamaan aliran air tanah dan sifat listrik pada batuan
4. Mahasiswa dapat mengetahui metode geolistrik
5 Mahasisiwa dapat mengetahui bagaimana cara kerja metode Geolistrik dalam menduga keberadaan airtanah




























BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Air Tanah dan Persebarannya
Air tanah menurut Undang Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (UU No. 7/2004) mendefinisikan air tanah sebagai air yang terdapat dalam lapisan tanah atau  batuan di bawah permukaan tanah. Menurut Soemarto (1989) air tanah adalah air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi. Lapisan tanah yang terletak di bawah permukaan tanah dinamakan lajur jenuh (saturated zone), dan lajur tidak jenuh terletak di atas lajur jenuh sampai ke permukaan tanah, yang rongga-rongganya berisi air dan udara.sedangkan menurut Bouwer, 1978; Freeze dan Cherry, 1979; Kodoatie, 1996air tanah adalah sejumlah air di bawah permukaan bumi yang dapat dikumpulkan dengan sumur-sumur, terowongan atau sistem drainase atau dengan pemompaan. Dapat juga disebut aliran yang secara alami mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan.Air bawah permukaan adalah segala bentuk aliran air hujan yang mengalir di bawah permukaan tanah sebagai akibat struktur perlapisan geologi, beda potensi kelembaban tanah, dan gaya gravitasi bumi. Air bawah permukaan tersebut biasa dikenal dengan air tanah (Asdak, 2002). Air yang berada di bawah  muka air  pada umumnya disebut air tanah, dan lajur di bawahnya disebut sebagai lajur jenuh. Menurut Herlambang (1996) air tanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat didalam ruang antar butir-butir tanah yang meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akifer. Lapisan yang mudah dilalui oleh air tanah disebut lapisan permeable, seperti lapisan yang terdapat pada pasir atau kerikil, sedangkan lapisan yang sulit dilalui air tanah disebut lapisan impermeable, seperti lapisan lempung atau geluh. Lapisan yang dapat menangkap dan meloloskan air disebut akuifer. Menurut Krussman dan Ridder (1970) bahwa macam-macam akifer sebagai berikut:
a. Akifer Bebas (Unconfined Aquifer) yaitu lapisan lolos air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada aquifer ini disebut dengan water table (preatiklevel), yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.
 b. Akifer Tertekan (Confined Aquifer) yaitu aquifer yang seluruh jumlahnya air yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer.
 c. Akifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer) yaitu aquifer yang seluruhnya jenuh air, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan semi lolos air dibagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.
d. Akifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer) yaitu aquifer yang bagian bawahnya yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air. Dengan demikian aquifer ini merupakan peralihan antara aquifer bebas dengan aquifer semi tertekan.     
  Pada dasarnya potensi air tanah sangat tergantung dari kondisi geologi terutama yang berkaitan dengan konfigurasi akuifer, struktur geologi, geomorfologi dan curah hujan. Dari jenis dan sebaran batuan berikut struktur geologi dapat diketahui jenis dan sebaran akuifer yang ada walaupun demikian tidak semua batuan berfungsi sebagai akuifer.
    Pada zona tidak jenuh air berpori-pori terisi oleh air dan sebagian lagi terisi sebagai air tanah. Air yang terdapat pada zona ini tidak termasuk dalam klasifikasi air tanah. Sebaliknya pada zona jenuh air semua pori-pori terisi oleh air dan air yang berada pada zona inilah yang disebut sebagai air tanah. Batas kedua zona tersebut adalah suatu bidang yang disebut sebagai muka air tanah (water tabel).
Keterpadatan air tanah pada suatu daerah ditentukan oleh beberapa faktor yaitu iklim/musim (banyak hujan dan evapotraspirasi)
 a.       Kondisi Penutup Lahan (Land Cover )
 b.      Kondisi Geomorfologi
 c.       Kondisi Geologi
 d.      Aktivitas Manusia
Sebagian besar air tanah berasal dari air hujan yang meresap masuk kedalam tanah, air tanah tersebut disebut air meteorik. Selain air meteoric ada air lain yaitu air JuvenileWater yang dapat diklasifikasikan menurut asalnya yaitu magnetic water, volkanik water  yang biasanya panas atau hangat dan mempunyai kandungan sukfur yang tinggi dan cosmic berasal dari ruang angkasa bersama dengan meteorit.
Rejuvenate water adalah air yang berasal dari proses geologi seperti kompaksi, metamorfosa dan sedimenasi ada dua jenis yaitu Metamorf water dan Connate water. Connate water adalah air yang terperangkap dalam endapan sewaktu terjadi proses pengendapan (air biasanya payau sampai asin), (Suyono, 1995).
2.2 Karakteristik Air Tanah
     Sifat dan karakteristik akuifer memegang peranan penting dalam hal keterpadatan serta dalam upaya untuk memanfaatkan sumberdaya air tanah tersebut . sifat dan karakteristik akuifer sebagai berikut:
      1.      Porositas
Porositas merupakan semua lubang yang tidak terbatas ukurannya pada suatu massa batuan yang kemungkinannya bisa terisi oleh air. Besaran porositas dinyatakan sebagai rasio atau perbandingan antara seluruh lubang (pori-pori batuan) dengan isi total batuan dalam persen. Kapasitas lapisan pembawa air untuk menyimpan air tanah ditentukan oleh porositas batuannya. Sedangkan besarnya pori-pori batuan tergantung dari ukuran bentuk dan susunan fragmen batuan serta tingkat pelarutan maupun retakan batuan.
2.      Konduktifitas Hidrolik
Konduktifitas Hidrolik disebut juga sebagai permeabilitas (K=T/D) adalah besarnya aliran air yang dapat disalurkan melewati satu satuan penampang akuifer tegak lurus terhadap arah aliran air dalam satu satuan landaian hidrolika. Dalam ilmu teknik terapan permeabilitas adalah merupakan unit kecepatan dari kemampuan lapisan batuan untuk meloloskan air. Dengan kata lain bahwa permeabilitas adalah parameter hidrolika yang menyatakan ukuran jumlah air yang dapat diteruskan oleh media porous persatuan luas penampang. Konduktivitas hidrolika dipengaruhi oleh porositas, ukuran butir  dan distribusinya. Satuannya dinyatakan dalam cm3/detik atau m3/hari.
3.      Koefisien keterusan (Transmisivity = T)
Transmisivity adalah banyak air yang dapat mengalir melalui suatu lubang vertikal akuifernya dan selebar satu unit panjang dengan landaian hidrolika satu unit dimana satuannya adalah m2/jam atau m2/hari. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut T = K. D. pemompaan air tanah dari akuifer yang mempunyai nilai T besar menyebabkan sifat depresi air tanah dangkal tetapi rediusnya luas sedangkan sebaliknya apabila T kecil maka depresi air tanah relative lebih dalam namun radiusnya sempit.
4.      Koofisien Daya Simpan Air (storativity = S = Qs/A.D)
Storativity adalah volum air yang dapat disimpan atau dapat dilepaskan oleh suatu akuifer setiap satu satuan luas akuifer pada satu satuan perubahan kedudukan muka air tanah atau bidang piezometrik. Nilai kisaran Storativity antara 10-5 10-3. nilai S pada akuifer bebas berbeda dengan nilai pada akuifer tertekan sedangkan pada leakage aquifer tidak mempunyai dimensi. Pada akuifer bebas batasan hasil jenis (Specific yield) sama dengan koefisien simpanan.
5.      Hasil Jenis
Hasil jenis merupakan koefisien daya simpan air pada akuifer bebas yang mempunyai nilai berkisar anatara 10-1 sampai dengan 10-2 dirumuskan sebagai :
a = Sy + Sr
                        Dimana   :   a  = Porositas
                                         Sy  = Spesific yield          
                                         Sr   = Specific retention
6.      Ketebalan Akuifer
Ketebalan akuifer merupakan jarak tegak lurus antara bidang yang menjadi  batas atas dan bawah dari suatu lapisan batuan yang mengandung air tanah. Ketebalan akuifer dapat ditentukan dari berbagai pengamatan geologi serta penelitian geofisika atau dengan kegiatan pengeboran.




2.3 Persamaan Aliran Airtanah dan Sifat Listrik Pada Batuan
Persamaan Dasar Aliran Air Tanah
      berlangsung dalam zona jenuh (saturated zone) maupun dalam zona tidak jenuh (unsaturaed zone). Proses pengaliran pada zona tidak jenuh dapat berlangsung akibat perbedaan tekanan, perbedaan kadar lengas tanah, tekanan kapiler maupun akibat pengisapan oleh akar tumbuhan (root water uptake). Persamaan dasar aliran air tanah diturunkan dari hukum kekekalan massa dan hubungan konstitutif gerakan air tanah yang dikenal sebagai hukum Darcy. Untuk sistem tersebut, hukum kekekalan massa menyatakan bahwa jumlah aliran masuk dikurangi dengan jumlah aliran keluar sama dengan laju bersih perubahan massa di dalam control volume tersebut.
Secara matematis hubungan tersebut dinyatakan dengan persamaan :
   
             ∂ ( ρVw )
I – O =
                     ∂t
dimana
 I      = jumlah massa aliran masuk
O     = jumlah massa aliran keluar
Ρ     = rapat massa air tanah
Vw = volume air tanah di dalam control volume
Sifat Listrik Pada Batuan
     Aliran arus listrik di dalam batuan/mineral dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu konduksi secara elektronik, konduksi secara elektrolitik, dan konduksi secara dielektrik. Konduksi secara elektronik terjadi jika batuan/mineral mempunyai banyak elektron bebas sehingga arus listrik dialirkan dalam batuan/mineral tersebut oleh elektron-elektron bebas itu. Konduksi elektrolitik terjadi jika batuan/mineral bersifat porus dan pori-pori tersebut terisi oleh cairan-cairan elektrolitik. Pada konduksi ini arus listrik dibawa oleh ion-ion elektrolit. Sedangkan konduksi dielektrik terjadi jika batuan/mineral bersifat dielektrik terhadap aliran arus listrik yaitu terjadi polarisasi saat bahan dialiri listrik.
Berdasarkan harga resistivitas listriknya, batuan/mineral digolongkan menjadi tiga yaitu:

1. Konduktor baik : 10-8 < ρ < 1 Ωm
2. Konduktor pertengahan : 1 < ρ < 107 Ωm
3. Isolator : ρ > 107 Ωm
 



2.4 Metode Geolistrik
Metode geolistrik berkembang pada awal tahun 1900-an. Tetapi kemudian mulai banyak dipakai untuk keperluan eksplorasi pada tahun 1970-an. Metode yang pertama kali banyak dipakai di Indonesia adalah metode geolistrik aturan Schlumberger dan Wenner. Pada metode ini pengambilan data V (beda potensial) dan I (kuat arus) dilakukan mengikuti konfigurasi elektroda yang dibuat oleh Schlumberger (untuk aturan schlumberger) dan  Wenner (untuk aturan Wenner).Geolistrik adalah salah satu metode dalam geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi. Pendeteksian di atas permukaan meliputi pengukuran medan potensial, arus, dan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah maupun akibat penginjeksian arus ke dalam bumi.Pendugaan geolistrik ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai lapisan tanah di bawah permukaan dan kemungkinan terdapatnya air tanah dan mineral pada kedalaman tertentu.Pendugaan geolistrik ini didasarkan pada kenyataan bahwa material yang berbeda akan mempunyai tahanan jenis yang berbeda apabila dialiri arus listrik. Air tanah mempunyai tahanan jenis yang lebih rendah daripada batuan mineral.Prinsip kerja pendugaan geolistrik adalah mengukur tahanan jenis (resistivity) dengan mengalirkan arus listrik kedalam batuan atau tanah melalui elektroda arus (current electrode), kemudian arus diterima oleh elektroda potensial. Beda potensial antara dua elektroda tersebut diukur dengan volt meter dan dari harga pengukuran tersebut dapat dihitung tahanan jenis semua batuan dengan menggunakan rumus.
.Perbedaan potensial diukur melalui sepasang elektroda potensial.Dalam metode –metode geolistrik tahanan jenis dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:
1. Metode Resistivitas Mapping
    Metode ini merupakan metode resistivitas yang bertujuan untuk mempelajari variasi tahanan jenis lapisan bawah permukaan secara horizontal, oleh karena itu pada metode ini dipergunakan konfigurasi elektroda yang sama untuk semua titik pengamatan bumi. Setelah itu baru dibuat kontur isoresistivitasnya.
2. Metode Resistivitas Sounding (drilling)
    Metode ini juga biasa dikenal sebagai Resistivitas Drilling, Resistivitas Probingdan lain-lain. Hal ini terjadi karena pada metode ini bertujuan untuk mempelajari variasi resistivitas batuan dibawah permukaan bumi secara vertical.
       Pada metode ini, pengukuran pada suatu titik sounding dilakukan dengan jalan mengubah-ubah jarak elektroda. Perubahan jarak elektroda ini tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi mulai dari jarak elektroda kecil kemudian membesar secara grundal. Jarak elektroda ini sebanding dengan kedalamn lapisan batuan yang dapat diselidiki. Pada pengukuran sebenarnya, pembesaran jarak elektroda mungkin dilakukan jika mempunyai suatu alat geolistrik yang memadai. Dalam hal ini alat geolistrik tersebut harus dapat menghasilkan arus listrik yang cukup besar atau alat tersebut harus cukup sensitif dalam mendeteksi benda potensial yang kecil sekali. Oleh karena itu, alat geolistrik yang baik adalah alat yang dapat menghasilkan arus listrik cukup besar dan mempunyai sensitifitas yang cukup tinggi.
 Pengukuran dengan menggunakan metode resistivitas (geolistrik) bertujuan untuk memperoleh struktur resistivitas bumi. Struktur resistivitas bumi adalah variasi harga resistivitas terhadap dari permukaan tanah (Awaluddin, 2004).
a.  Pendekatan model pelapisan bumi
 Bumi dapat dianggap terdiri dari beberapa lapisan sejajar (horizontal layering) yang bersifat homogen isotropik untuk setiap lapisannya. Setiap lapisan (strata) mempunyai nilai resistivitas (p-Ώm) dan ketebalan (d-meter) tertentu. Struktur resistivitas dapat dikaitkan terhadap strukrtur geologi melalui suatu korelasi.
 Struktur geologi memberikan gambaran terhadap arah dan susunan serta jenis lapisan batuan. Korelasi antara struktur resistivitas terhadap struktur geologi membutuhkan informasi geologi pada daerah survey. Korelasi tersebut akan menghasilkan suatu pengelompokan harga resistivitas terhadap masing-masing lapisan batuan serta bentuk strukturnya.
 Jadi struktur resistivitas memberikan kontribusi terhadap struktur geologi di suatu daerah secara lebih rinci, hal ini sangat bermanfaat jika informasi/data geologi dari daerah survei sangat minim.
 b. Akuisasi data di lapangan
Kualitas hasil penyelidikan metode geolistrik sangat bergantung terhadap keakuratan dan kebenaran data lapangan yang diambil melalui suatu pengukuran dengan menggunakan peralatan tertentu. Keakuratan dan kebenaran data resistivitas adalah pencerminan terhadap besarnya simpanan dari nilai resistivitas semu yang diukur terhadap kondisi dan bentuk pelapisan bumi sebenarnya.
 c.  Penerapan metode geolistrik
Keberhasilan penerapan metode ini bergantung kepada besarnya kontras resistivitas dari sistem yang akan dipelajari atau dengan kata lain berapa besar variasi resistivitas yang akan diukur dari obyek atau tujuan pekerjaannya. Penerapan utama terhadap metode resistivitas yang telah berhasil :
 1)      Untuk memperoleh struktur geologi
 2)      Eksplorasi air tanah
 3)      Pendugaan Reservior panas bumi
Secara teoritis setiap batuan memiliki daya hantar listrik dan harga tahanan jenis masing-masing. Batuan yang sama belum tentu mempunyai nilai tahanan jenis yang sama. Sebaliknya harga tahanan jenis sama bisa dimiliki oleh batuan-batuan berbeda. Faktor-faktor yang berpengaruh antara lain: komposisi litologi, kondisi batuan, komposisi mineral yang dikandung, kandungan benda cair dan faktor eksternal lainnya. (Soenarto, 2003).
Beberapa aspek berpengaruh terhadap nilai tahanan jenis suatu batuan bisa sebagai berikut :
•Batuan sedimen yang bersifat lepas mempunyai nilai tahanan jenis lebih rendah bila dibanding dengan batuan sedimen padu dan kompak
•Batuan beku dan batuan metamorf mempunyai nilai tahanan jenis yang tergolong tinggi
•Batuan yang basah dan mengandung air, nilai tahanan jenisnya rendah dan semakin lebih rendah lagi bila yang dikandungnya bersifat payau atau asin
•Kandungan logam yang berada di sekitar lokasi pendugaan sangat berpengaruh terhadap nilai tahanan jenis batuan.
•Faktor luar seperti kabel, tiang listrik dan saluran pipa logam dapat mempengaruhi hasil pengukuran di lapangan.
2.5  Metode Geolistrik Dalam Menduga Keberadaana Airtanah
         Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan untuk mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (direct current) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Metode ini lebih efektif jika digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal, contohnya penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian reservoir air, dan juga digunakan dalam eksplorasi geothermal.
  Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda potensial dan elektroda-elektroda arus, dikenal beberapa jenis metode resistivitas tahanan jenis, antara lain:
   1. Metode Schlumberger
    2. Metode Wenner
    3. Metode Dipole Sounding
   Injeksi arus listrik ini mengunakan 2 elektroda arus A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam. Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka akan menimbulkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur dengan menggunakan multi meter yang terhubung melalui 2 “buah elektroda tegangan”M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN ikut berubah sesuai dengan informasi jenis batuan yang ikut terinjeksi arus lisrik pada pada kedalaman yang lebih besar. Dengan asumsi bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa di tembus oleh arus lisrik ini sama dengan separuh dari jarak AB yang bisa disebut AB/2 (Todd, 1980).
  Tujuan survey geolistrik tahanan jenis adalah untuk mengetahui resistivitas bawah permukaan bumi dengan melakukan pengukuran di permukaan bumi. Resistivitas bumi berhubungan dengan mineral, kandungan fluida dan derajat saturasi air dalam batuan. Metode yang bisa digunakan pada pengukuran resistivitas secara
  Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya harga tahanan jenis adalah:
 1. Jenis Material  Besarnya tahanan jenis tergantung pada daya hantar listrik setiap material. Semakin mudah material menghantarkan arus listrik, maka tahanan jenisnya semakin kecil.
 2. Kandungan Air Dalam Batuan
  Semakin banyak kandungan air dalam batuan, maka tahanan jenisnya semakin kecil, karena air merupakan media penghantar arus listrik.
3. Porositas Batuan
  Semakin besar porositas batuan, berarti semakin banyak pori-pori dalam batuan, maka semakin kecil tahanan jenisnya karena semakin banyak air yang terkandung di dalamnya.
4. Sifat Kimiawi
  Air asin lebih mudah menghantarkan listrik daripada air tawar, sehingga tahanan jenisnya semakin kecil. Hal ini disebabkan karena terdapatnya ion-ion (Na+ dan Cl-) yang mampu menghantarkan arus listrik








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.      Air tanah merupakan salah satu sumber akan kebutuhan air bagi kehidupan makhluk di muka bumi.
2.      Keterpadatan air tanah pada suatu daerah ditentukan oleh beberapa faktor yaitu iklim/musim (banyak hujan dan evapotraspirasi) :Kondisi Penutup Lahan (Land Cover )  Kondisi Geomorfolog ,Kondisi Geologi ,Aktivitas Manusia.
3.      sifat dan karakteristik akuifer sebagai berikut: Porositas, Koefisien ,Konduktifitas, Hidrolikketerusan (Transmisivity = T)storativity = S = Qs/A.D),Koofisien Daya Simpan Air , Hasil Jenis, Ketebalan Akuifer
4.      berlangsung dalam zona jenuh (saturated zone) maupun dalam zona tidak jenuh (unsaturaed zone). Proses pengaliran pada zona tidak jenuh dapat berlangsung akibat perbedaan tekanan, perbedaan kadar lengas tanah, tekanan kapiler maupun akibat pengisapan oleh akar tumbuhan (root water uptake).
5.      Geolistrik merupakan metode geofisika yang cukup efektif untuk digunakan dalam mendeteksi keberadaan air tanah dengan memanfaatkan sufat batuan yang mampu mengalirkan arus listrik.














DAFTAR PUSTAKA

    Aryanto. 2010. Geolistrik. http://aryanto.blog.uns.ac.id.
    Harto, Sri. 1993. Analisis Hidrologi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 303 hlm.
Hendayana, Heru. 1994. Metode Resistivity Untuk Eksplorasi Air Tanah. Jurusan Teknik Geologi. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Simoen, Sunarso. 1980. Diktat Kuliah Geohidrologi. Jurusan Teknik Geologi. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta